Sabtu, 05 September 2009

Syarat dan Kebiasaan Hidup ikan mas

Syarat dan Kebiasaan Hidup

Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) berupa perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. lkan ini hidup dengan balk di daerah dengan
ketinggian 150-600 meter di atas permukaan air laut dengan suhu air 25-30 derajat Celcius. Walaupun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang
juga ditemukan di perairan payau atau muara sungai dengan salinitas mencapai 25-30%..
ikan mas tergolong ikan omnivora (pemakan berbagai jenis makanan). Makanannya antara lain tumbuhan air dan binatang renik,Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan yang tumbuh di dasar perairan dan di tepi perairan tempat hidupnya.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Jumat, 04 September 2009

Ciri Morfologi Ikan Mas

Ciri Morfologi

Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak (comprossed). Mulutnya terletak di bagian tengah ujung kepala (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil). Di bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) yang terbentuk atas tiga baris gigi geraham.


Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik kecuali pada beberapa
varietas yang hanya memiliki sedikit sisik. sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran).


sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjarikeras dan di bagian akhir (sirip ketiga dan keempat) bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sisip perut (ventral). Sirip duburnya (anal) mempunyai ciri seperti sirip punggung, yaitu berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. garis rusuknya (linea lateralis atau gurat sisi) tergolong lengkap, berada di pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Klasifikasi Ikan mas

Klasifikasi Ikan mas

Phyllum: Chordata
Subphyllum : Vertebrata
superclass : Pisces
Class : Osteichthyes
subclass : Actinopterygii
Ordo : Cypriniformes
subordo: Cyprinoidea
Family : Cyprinidae
subfamily : Cyprininae
genus : Cyprinus
species : Cyprinus carpio Linn.
nama Asing : common carp
nama lokal : ikan mas, tombro, masmasan (awa Tengah, Jawa Timur), lauk mas jawa Barat), ikan rayo atau ikan ameh (Sumatera Barat).
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Kamis, 03 September 2009

Sejarah dan asal usul ikan mas

Sejarah dan Asal Usul

Banyak cerita mengenai asal-usul ikan mas. Ada yang mengatakan ikan ini berasal dari Sungai Danube dan Laut Hitam, tetapi ada juga
mengatakan berasal dari Cina dan Rusia. Di Indonesia, menurut Ardiwinata (1971) ikan mas mulai dikenal pertama kali di daerah Galuh (ciamis) jawa Barat, sekitar tahun 1810. Namun, para petani baru mulai memelihara sekitar tahun 1860 dan semenjak itu berkembang ke daerah lain di jawa barat.

sejak permulaan abad keduapuluh, budi daya ikan mas yang
silakukan di kolam dan di sawah mulai berkembang ke beberapa
daerah di luar pulau jawa. Di Bukittinggi (Sumatera Barat), ikan mas
didatangkan pada tahun 1892 dan mulai berkembang pada tahun
1903. di Padangsidempuan (Sumatera Utara), ikan mas didatangkan pada tahun 1903.

Di Medan, ikan mas didatangkan pada tahun 1905. Di Sulawesi, ikan mas didatangkan di Tondano (Sulawesi Utara) pada tahun 1895. Di Manado, ikan mas didatangkan pada tahun 1905. Di Sulawesi Selatan, ikan mas mulai dipelihara di sawah pada tahun 1936. Di pulau Flores, ikan mas didatangkan pertama kali pada tahun 1932. Sementara, itu, di pulau Bali, ikan mas pertama kali didatangkan pada tahun 1903, tetapi budi dayanya di sawah baru dimulai pada tahun 1931.

Penyebaran ikan mas yang begitu cepat ke berbagai tempat d Indonesia didukung oleh cara pembudidayaannya yang cukup mudah dan sifatnya yang tahan terhadap berbagai macam bentuk lingkungan Karena itu, banyak peternak yang tertarik membudidayakannya.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Ikan mas

Ikan mas

ikan mas sangat populer di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Boleh dibilang, sebagian besar masyarakat kita sudah mengenal ikan ini. Ikan mas termasuk salah satu komoditi perikanan air tawar yang berkembang sangat pesat dari waktu ke waktu.

lkan mas disukai karena rasa dagingnya yang enak, gurih, serta mengandung protein yang cukup tinggi jika dulu ikan mas hanya diolah dan dimasak dalam bentuk digoreng atau dibakar, kini ikan mas disajikan dalam berbagai bentuk masakan seperti dipepes, dipindang, atau diolah menjadi berbagai variasi masakan tradisional dan modern lainnya. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak rumah makan atau restoran-restoran yang menyajikan ikan ini sebagai menu utama.


Ditinjau dari aspek pasarnya, terlihat ada kecenderungan, peningkatan permintaan ikan mas konsumsi dari tahun ke tahun. Hal ini terutama terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan beberapa kota besar lain di tanah air. Dari segi nilai jual, harga ikan mas biasanya selalu lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual ikan air tawar jenis lain. tingginya harga ini tentunya berkaitan dengan tingginya permintaan pasar.


dari sisi budidaya, tentu saja keadaan tersebut sangat menguntungkan karena tingginya permintaan ikan konsumsi akan diikuti dengan peningkatan permintaan benih baik untuk benih yang akan dipelihara untuk kegiatan pendederan, maupun benih yang akan dipelihara untuk kegiatan pembesaran. Karena itu tidak mengherankan jika para peternak ikan saling berlomba untuk membudidayakan ikan mas.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Rabu, 02 September 2009

Peluang Pasar Ikan Gurami

Peluang Pasar

Di pasaran, harga jual gurami tergolong mahal, bahkan menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan harga jual ikan konsumsi jenis lainnya. Selain itu, harga jual gurami juga cenderung stabil. Harga gurami ukuran konsumsi di tingkat konsumen lebih mahal, terutarna jika sudah dijual di supermarket. Dampak positif dari tingginya harga jual gurami ukuran konsumsi adalah ikut tingginya harga jual gurami ketika masih dalam stadium benih. Antusiasme pasar terhadap gurami tidak hanya dalam bentuk benih siap tebar untuk dibesarkan di kolam pembesaran (umur empat bulan ke atas),tetapi juga benih ukuran pendederan,bahkan sarang (yang ada telurnya) dan larva gurami yang berurnur kurang dari satu bulan pun laku dijual.


selain untuk tujuan pembesaran gurami yang masih dalam stadium benih dengan bobot 10 - 50 gram per ekor ternyata juga diminati untuk dipelihara sebagai ikan hias. Hal ini berlaku untuk benih gurami jenis (strain) tertentu yang warna tubuhnya putih kemerahan, merah muda, atau albino.

Gurami jenis ini berasal dari Sumatera Barat. Di pasaran, harga benih gurami tersebut jauh lebih tinggi daripada benih gurami yang warna tubuhnya gelap atau abu-abu. Selain karena sosoknya yang indah, animo masyarakat untuk memelihara benih gurami berwarna kemerahan ini juga tidak terlepas dari mitosnya sebagai ikan pembawa hoki atau keberuntungan.


Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lapangan khususnya di Sumatera Barat—gurami juga dilirik pasar ekspor. Gurami yang berwarna gelap lebih diminati konsurnen di dalam negeri, sedangkan gurami berwarna terang (merah muda) lebih diminati konsumen luar negeri. Dengan demikian, gurami strain merah muda yang berukuran konsumsi memiliki peluang yang lebih besar untuk di ekspor.


sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008

Spesifikasi ukuran gurame yang dipasarkan

Spesifikasi ukuran gurame yang dipasarkan

Penggolongan : Sarang
Spesifikasi dan umur : telur gurame siap ditetaskan
panjang dan bobot : sampai dengan 0,5 (dari ukuran baru nebetas sekitar 0,25 cm)

Penggolongan : larva
Spesifikasi dan umur : benih yang baru menetas, umur 1 - 12 hari
panjang dan bobot : 0,5 - 1 cm



Penggolongan : Biji oyong
Spesifikasi dan umur : benih gurami sebesar biji oyong atau gabah umur 12 - 30 hari
panjang dan bobot : 1 - 2,5 cm dan 0,5 - 2,5 gram


Penggolongan : Daun Kelor
Spesifikasi dan umur : benih gurami sebesar daun kelor atau kuku jari, umur 1 - 2 bulan
panjang dan bobot : 2,5 - 4 cm dan 2,5 - 5 gram



Penggolongan : Silet
Spesifikasi dan umur : benih gurami seukuran pisau silet atau jari tangan orang dewasa, umur 3 bulan
panjang dan bobot : 4 - 6 cm dan 5 - 10 gram



Penggolongan : Karcis
Spesifikasi dan umur : gurami muda seukuran karcis atau kotak korek api, umur 4 bulan
panjang dan bobot : 12 - 15 cm dan 50 gram



Penggolongan : BUngkus rokok
Spesifikasi dan umur : gurami muda seukuran bungkus rokok atau kaset, umur 5 bulan
panjang dan bobot : 5 - 7 ekor/kg


Penggolongan : Tampelan (garpit)
Spesifikasi dan umur : gurami menjelang dewasa seukuran telapak tangan, umur 6 bulan
panjang dan bobot : 500 g/ekor (2 ekor/kg)



Penggolongan : KOnsumsi umum (restoran, supermarket, pasar tradisional)
Spesifikasi dan umur : gurami hasil pembesaran berumur sekitar 9 bulan
panjang dan bobot : lebih besar 1 kg/ekor


Penggolongan : Konsumsi khusus (pesta, Hari raya)
Spesifikasi dan umur : gurami hasil pembesaran berumur 1 tahun ke atas
panjang dan bobot : lebih besar 2 kg/ekor

sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008