Ras Merah
Ciri yang menonjol dari ras ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan terkenal paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk tubuhnya relatif memanjang dibandingkan dengan ras sinyonya,tetapi penampang punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip Bentuk matanya agak menonjol.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Minggu, 06 September 2009
Ras Taiwan : Jenis Ikan Mas
Ras Taiwan
Bentuk tubuh ras ini relatif memanjang dengan penampang punggung berbentuk busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di bagian tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ras ini termasuk agresif dan suka berebut pakan, terutama pakan yang terapung. Tidak diketahui sejak kapan ras yang kemungkinan besar berasal dari Taiwan ini mulai dikembangkan di Indonesia.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Bentuk tubuh ras ini relatif memanjang dengan penampang punggung berbentuk busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di bagian tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ras ini termasuk agresif dan suka berebut pakan, terutama pakan yang terapung. Tidak diketahui sejak kapan ras yang kemungkinan besar berasal dari Taiwan ini mulai dikembangkan di Indonesia.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Ras Sinyonya atau Putri Yogya : Jenis Ikan Mas
Ras Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui secara pasti mengapa ras ini dinamakan sinyonya atau putri yogya. Ada yang mengatakan bahwa ras ini mudah bertelur sehingga. disebut dengan sinyonya. Bentuk tubuhnya relatif memanjang (long bodied form) dengan punggung yang Iebih rendah dibandingkan dengan ras punten.
Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuh sekitar 3,66 : 1. Sisiknya berwarna kuning muda (jeruk sitrus). Bentuk mata ikan yang masih muda menonjol, tetapi akan berubah menjadi sipit, seiring dengan pertambahan umurnya. Ras ini senang berkumpul di permukaan air dan gerakannya lebih tenang dibandingkan dengan ras punten. Selain itu, ras ini tahan terhadap parasit Myxoxporea dan toleran terhadap pH air 5,5-8,5. Fekunditas atau jumlah telur ikan ras sinyonya mencapai 114.000-135.000 dengan diameter telur 0,3-1,5 mm.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Tidak diketahui secara pasti mengapa ras ini dinamakan sinyonya atau putri yogya. Ada yang mengatakan bahwa ras ini mudah bertelur sehingga. disebut dengan sinyonya. Bentuk tubuhnya relatif memanjang (long bodied form) dengan punggung yang Iebih rendah dibandingkan dengan ras punten.
Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuh sekitar 3,66 : 1. Sisiknya berwarna kuning muda (jeruk sitrus). Bentuk mata ikan yang masih muda menonjol, tetapi akan berubah menjadi sipit, seiring dengan pertambahan umurnya. Ras ini senang berkumpul di permukaan air dan gerakannya lebih tenang dibandingkan dengan ras punten. Selain itu, ras ini tahan terhadap parasit Myxoxporea dan toleran terhadap pH air 5,5-8,5. Fekunditas atau jumlah telur ikan ras sinyonya mencapai 114.000-135.000 dengan diameter telur 0,3-1,5 mm.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Ras Punten : jenis ikan mas
Ras Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali di desa Punten, Malang, Jawa Timur pada tahun 1933. Itulah mengapa ras ini dinamakan punten. Bentuk tubuh ras ini relatif pendek, tetapi bagian punggungnya relatif lebar dan tinggi. Sekilas, bentuk tubuhnya terkesan membuntak (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi tubuh 2,3-2,4 : 1. Sisiknya berwarna hijau gelap. Bentuk matanya agak menonjol. Gerakannya lambat dan jinak.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Ras ini dikembangkan pertama kali di desa Punten, Malang, Jawa Timur pada tahun 1933. Itulah mengapa ras ini dinamakan punten. Bentuk tubuh ras ini relatif pendek, tetapi bagian punggungnya relatif lebar dan tinggi. Sekilas, bentuk tubuhnya terkesan membuntak (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi tubuh 2,3-2,4 : 1. Sisiknya berwarna hijau gelap. Bentuk matanya agak menonjol. Gerakannya lambat dan jinak.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Sabtu, 05 September 2009
jenis-jenis Ikan Mas
jenis-jenis Ikan Mas
jenis-jenis ikan mas lokal maupun unggul banyak sekali ditemui di berbagai daerah di Indonesia saat ini. Masing-masing daerah memiliki jenis ikan mas tertentu yang disukai. Sebagai contoh, ikan mas yang paling disukai masyarakat di jawa Barat adalah jenis ikan mas majalaya, sedangkan di daerah lain jenis ini belum tentu disukai. Begitu pun sebaliknya. Perbedaan ini disebabkan oleh selera masyarakat dan kebiasaan para peternak yang sudah membudidayakan satu jenis ikan mas secara turun-temurun.
Secara umum, jenis-jenis ikan mas dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. jenis ikan mas konmumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikomsumsi atau dimakan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewani. Sementara Ikan mas hias umumnya diperuntukan untuk memenuhi kepuasan batin dengan cara memeliharanya sebagai hiasan (pajangan) di dalam akuarium Atau kolam-kolam taman.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
jenis-jenis ikan mas lokal maupun unggul banyak sekali ditemui di berbagai daerah di Indonesia saat ini. Masing-masing daerah memiliki jenis ikan mas tertentu yang disukai. Sebagai contoh, ikan mas yang paling disukai masyarakat di jawa Barat adalah jenis ikan mas majalaya, sedangkan di daerah lain jenis ini belum tentu disukai. Begitu pun sebaliknya. Perbedaan ini disebabkan oleh selera masyarakat dan kebiasaan para peternak yang sudah membudidayakan satu jenis ikan mas secara turun-temurun.
Secara umum, jenis-jenis ikan mas dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. jenis ikan mas konmumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikomsumsi atau dimakan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewani. Sementara Ikan mas hias umumnya diperuntukan untuk memenuhi kepuasan batin dengan cara memeliharanya sebagai hiasan (pajangan) di dalam akuarium Atau kolam-kolam taman.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Perkembangbiakan Ikan Mas
Perkembangbiakan
Pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di alam ikan mas biasanya memijah pada awal musim hujan, saat muncul rangsangan dari aroma tanah kering yang kemudian tergenang air. Secara, alami, proses pemijahan terjadi pada tengah malam sampai menjelang pagi hari. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas menjadi aktif mencari tempat yang rimbun dengan tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat berupa tanaman air atau rerumputan inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai lokasi memijah dan menempelkan telur yang dihasilkan.
Telur ikan mas berbentuk bulat dan berwarna bening. Ukurannya bervariasi, tergantung umur serta, ukuran dan bobot induk. Namun, secara umum diameter- telurnya mencapai 1,5-1,8 mm dengan berat 0,17-0,20 mg. Dalam waktu 2-3 hari, telur-telur ikan mas akan menetas dan tumbuh menjadi larva berukuran 0,5-0,6 mm dengan berat 18-20 mg. Larva-larva ini memiliki kantong kuning telur sebagai cadangan makanan, yang akan habis dalam 2—4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel di subtrat dan bergerak vertikal.
Setelah 4-5 hari, larva-larva tersebut akan berubah menjadi kebul. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan pakan dari luar untuk menunjang kehidupannya. pakan tambahan yang diberikan terutama zooplankton seperti rotifera, moina, dan daphnia. Dosis per harinya 60 —70% dari total beratnya.
Setelah 2-3 minggu, kebul akan tumbuh menjadi burayak dengan panjang 1-3 cm dan berat 0,1-0,5 gram. Setelah 2-3 minggu kemudian, burayak tumbuh menjadi putihan dengan panjang 3-5 cm dan berat 0,5-2,5 gram. Tiga bulan kemudian, putihan berkembang menjadi gelondongan yang memiliki berat 100 gram per ekor. Gelondongan ini akan terus tumbuh dan menjadi induk. Induk jantan berukuran 0,5 kg dapat dicapai setelah 6 bulan pemeliharaan, sedangkan induk betina berukuran 1,5 kg dapat dicapai setelah pemeliharaan minimum selama 15 bulan.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di alam ikan mas biasanya memijah pada awal musim hujan, saat muncul rangsangan dari aroma tanah kering yang kemudian tergenang air. Secara, alami, proses pemijahan terjadi pada tengah malam sampai menjelang pagi hari. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas menjadi aktif mencari tempat yang rimbun dengan tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat berupa tanaman air atau rerumputan inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai lokasi memijah dan menempelkan telur yang dihasilkan.
Telur ikan mas berbentuk bulat dan berwarna bening. Ukurannya bervariasi, tergantung umur serta, ukuran dan bobot induk. Namun, secara umum diameter- telurnya mencapai 1,5-1,8 mm dengan berat 0,17-0,20 mg. Dalam waktu 2-3 hari, telur-telur ikan mas akan menetas dan tumbuh menjadi larva berukuran 0,5-0,6 mm dengan berat 18-20 mg. Larva-larva ini memiliki kantong kuning telur sebagai cadangan makanan, yang akan habis dalam 2—4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel di subtrat dan bergerak vertikal.
Setelah 4-5 hari, larva-larva tersebut akan berubah menjadi kebul. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan pakan dari luar untuk menunjang kehidupannya. pakan tambahan yang diberikan terutama zooplankton seperti rotifera, moina, dan daphnia. Dosis per harinya 60 —70% dari total beratnya.
Setelah 2-3 minggu, kebul akan tumbuh menjadi burayak dengan panjang 1-3 cm dan berat 0,1-0,5 gram. Setelah 2-3 minggu kemudian, burayak tumbuh menjadi putihan dengan panjang 3-5 cm dan berat 0,5-2,5 gram. Tiga bulan kemudian, putihan berkembang menjadi gelondongan yang memiliki berat 100 gram per ekor. Gelondongan ini akan terus tumbuh dan menjadi induk. Induk jantan berukuran 0,5 kg dapat dicapai setelah 6 bulan pemeliharaan, sedangkan induk betina berukuran 1,5 kg dapat dicapai setelah pemeliharaan minimum selama 15 bulan.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008
Langganan:
Postingan (Atom)