Jumat, 30 Maret 2012

“Bupati Batu Bara membuka Acara “Gebyar PNPM MP/RBM 2012 di Kecamatan Air Putih Kab. Batu Bara





            Humas Setdakab Batu Bara
            SiaranPers
            Nomor            : 21/ Humas/ SP/ 03/ 2012
            Hari/Tanggal  : Jumat, 30 Maret 2012
            Lokasi             : Desa Pasar Delapan Kec. Air Putih Kab.Batu Bara

 
Bupati Batu Bara H.OKArya Zulkarnain, SH.MM bersama dengan Ibu Ketua TP. PKK Kab. Batu Bara Ny. Hj.  Khadijah Arya Zulkarnain saat mendatangi Acara Gebyar PNPM Mandiri PedesaanKabupaten Batu Bara Tahun 2012 di Balai Desa Pasar Delapan, Kecamatan AirPutih disambut meriah oleh warga masyarakat daerah tersebut.
Bupati Batu Bara H.OKArya Zulkarnain, SH.MM dalam kata sambutan mengatakan Program PNPM MandiriPedesaan adalah suatu program dimana daerah memberikan kontribusi melalui DanaDaerah Urusan Bersama (DDUB) yang terlebih dahulu membuat naskah perjanjianurusan bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan program tersebutadalah merupakan Program prioritas dalam pengentasan kemiskinan. ProgramPrioritas dalam pengentasan kemiskinan tersebut meliputi 3 ( tiga) sektorantara lain Sektor Pendidikan , Sektor Kesehatan serta sektor Ekonomi dan salahsatu program yang berhasil mengentaskan kemiskinan melalui berbagai macamkegiatan antara lain Bidang Sarana dan Prasarana dan memberdayakan perempuanmelalui Simpan Pinjam Perempuan ( SPP ).
Bupati sangatmendukung Program PNPM MP baik fisik maupun non fisik karena PNPM mandiri Pedesaanmerupakan aset dasar informasi keuangan yang dapat diakses olehmasyarakat.Harapan program PNPM ini : Mengurangi Rumah Tangga Miskin .Mendorong partisipasi masyarakat pedesaan . Menciptakan Layanan Publik sertameningkatkan modal sosial Kapasitas. Program PNPM MP sudah terlaksana dengan baik namun perlu di tingkatkanefektifitasnya melalui pemberdayaan masyarakat. Bupati menghimbau Para SKPDselaku tim koordinasi PNPM MP pada pelaksanaan kegiatan pembinaan danpendampingan mohon di perhatikan terhadap pelaksanaan program supaya masyarakatmemperoleh kepercayaan Kegiatan yang telah selesai dilaksanakan agar benar benar dijaga dan dipeliharakelestariannya , dengan memfungsikan dan memberdayakan tim pelestari yang ada di desa agar aset aset yang telah dibangun kualitasnya dapat bertahan. Demikian juga bagi kelompok SPP yang telah mendapatkan dana bergulir agardapat di kembalikan tepat pada waktunya sehingga tidak berdampak pada sanksilokal.
Pada kesempatantersebut Bupati Batu Bara menyerahkan Penghargaan terhadap pelaku pelaku PNPMterbaik tingkat Desa maupun Kecamatan yang telah mendapatkan penilaian dibidang PJOK, BKAD,RJPMDES, KPMD, Kader Teknik, TPU, Tim Monitoring, TimPemelihara, UPK, BP-UPK, Penlok, Kelompok SPP, TPK, TPM, Lomba Bercerita danyang meraih juara umum adalah Kecamatan Sei Suka.
Acara dilanjutkan dengan Rakor PNPM MP se-Kabupaten Batu Bara dan berbagaiperlombaan antara lain Lomba terompah dan Lomba Trup gembira.
Hadir pada acaratersebut Asisten I H.Zulhendri SH, Kadis Peternakan Kabupaten Batu Bara drh.H.Hasriansyah Idris, MM, Kaban PMD Kabupaten Batu Bara Budi Iswan Sinaga,SSTP,Kepala Bappeda Kabupaten Batu Bara   H. Iskandar, SH, Kabag Humas Pimpinan Radyansyah F. Lubis, S. Sos, Para camat,Para Kepala Desa di Kabupaten Batu Bara dan para pelaku PNPM Kabupaten BatuBara.

KABAG HUMAS PIMPINAN
SETDAKAB BATU BARA
dto.    
RADYANSYAH F. LUBIS, S. Sos
PEMBINA
NIP. 19740519199402 1 001

Kelinci Ras Holland Lop


Kelinci Holland lop berasal dari peternak  kelinci Adrian de Cock yang menggabungkan kelinci lop Perancis dengan kelinci netherland dwarf menjadi jenis baru yang disebut Holland Lop. Oleh Aleck. B membawa ke Amerika tahun 1976 dan oleh ARBA diakui di tahun 1979. Varietas warna dari kelinci Holland Lop antara lain bervariasi dari Tort, Blue, Blue / Cream, Frosted Pearl, Chocolate, Lilac, Lilac Cream, Tort Broken, Broken Blue dan berbagai warna rusak dan beberapa warna lain yang tergantung dari silangan warnanya. Pada gambar adalah kelinci holland lop dengan varietas warna broken tort.

KOMPOSTER SUMUR RESAPAN

Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 31 Maret 2012
Foto: Sobirin, 2012, Komposter Sumur Resapan

Oleh: Sobirin

Membuat kompos itu mudah sekali, gali lubang, masukkan sampah organik, tuangkan MoL, lalu timbun lagi, dalam tempo 1 (satu) bulan sudah bisa dipanen. Saya mencoba memanfaatkan lubang sumur resapan untuk membuat kompos. Bahan kompos spesial dari sampah daun-daun kering di pekarangan rumah.



Lubang sumur resapan ini berukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, kedalaman 1 m. Awalnya memang khusus berfungsi sebagai sumur resapan. Bagian atas diperkuat dengan bata 1 (satu) baris yang disemen, agar tidak longsor. Bagian dalam dibiarkan tanah telanjang, tidak disemen, agar air hujan meresap ke dalam tanah. Tutupnya menggunakan “ram” besi beton yang dilas, jadi tetap berlubang-lubang sehingga air hujan bisa masuk, juga untuk keamanan agar kita tidak “kejeblos” masuk lubang.

Kemudian saya mencoba mengisinya dengan sampah daun-daun kering, terus saya isi, sampai padat, kemudian saya beri MoL buatan sendiri. Sampah dalam lubang menyusut, kemudian diisi lagi, diberi Mol, menyusut, diisi lagi, dan seterusnya. Tidak usah diaduk-aduk. Ternyata dalam 1 (satu) tahun, lubang baru penuh, isinya padat dengan sampah daun kering.

Ketika digali, bagian bawah dan tengah telah berubah menjadi kompos yang bagus, sedang lapisan di atasnya masih berupa daun-daun kering yang belum menjadi kompos. Siapa ingin mencoba? Sumur resapan berfungsi ganda, sebagai sumur resapan, juga sebagai komposter semi an-aerob.

Pembangunan Perikanan


Pembangunan perikanan merupakan kegiatan pembangunan baik dari aspek  ekologi, ekonomi  sosial dan budaya  terutama sumberdaya alam, perikanan dan kelautan serta sumberdaya manusia untuk  memenuhi kebutuhan saat ini dan jangka panjang agar  kebutuhan masa depan terpenuhi seperti yang kita alami saat ini.
Pembangunan perikanan harus berkelanjutan karena apabila tidak berkesinambungan mengakibatkan kegiatan perikanan tidak akan berkembang. Perkembangan yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan di masa depan. Sumber daya ikan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh karena itu pembangunan di bidang perikanan sangatlah penting.
2.  
Lingkungan sumberdaya ikan : berkenaan dengan keberlanjutan panen ikan,    
Mempertahankan cadangan sumberdaya ikan dan        ekosistemnya secara  keseluruhan.
Dinamika sosial nelayan          : menekan pada penguatan komunitas yang kohesif
                                                secara keseluruhan dan dalam jangka panjang.
Kegiatan pemasaran ikan        : kegiatan memasuki kegiatan pasca-panen
mendistribusikan prosduk ke pasar  sehingga mendapat keuntungan dari produk tersebut.
Kaitannya adalah jika pada saat sumberdaya ikan dapat dipertahankan baik hasil dan cadangan sumberdaya ikan serta mempertahankan ekosistemnya maka dinamika sosial nelayan  dalam jangka panjang juga terkendali. Peningkatan ataw penurunan jumlah nelayan tidak akan besar pengaruhnya bagi sumberdaya ikan keadaan sosial nelayan juga bisa meningkat secara ekonomi dan diharapkan nelayan tidak hanya bisa menangkap hasil perikanan tapi dapat menjual dalam bentuk hasil olahan yang lebih bernilai ekonomis tinggg. Baik pada saat kegiatan pemasaran ikan maka produk-produk perikanan juga dapat dinikmati masyarakan secara merata.
3.      Ada tiga sub-sistem perikanan tangkap maupun budidaya. Masing-masing sub-sistem mengandung berbagai komponen sistem. penjelasan kaitan antara kegiatan komponen pada masing-masing sub-sistem tersebut pada :
a). Sistem Perikanan Tangkap dan
b). Sistem Perikanan Budidaya
a). Sistem Perikanan Tangkap
Komponen perikan tangkap meliputi :
-           konflik penggunan  SDI
-          Konflik alat tangkap
-          Interaksi sosial-ekonomi komunitas
-          Jalur pemasaran
Terjadi konflik penggunaan sumberdaya ikan dilaut dengan pengguanaan alat-alat tangkap yang digunakan. Karna dewasa ini kegiatan penangkapan banyak yang dilakukan tidak ramah lingkungan sehingga merusak ikan maupun ekosistemnya. Hasil panen yang di peroleh dari kegiatan penangkapan akan dijial dalam bentuk olahan ataupun bentuk segar ke konsumen atau pasar, kegiatan penangkapan  ini menggambarkan tentang input yaitu ikan dan armada tangkap dan outputnya adalah hasil tangkapan. Kegiatan penangkapan akan dipengaruhi oleh sosial ekonomi masyarakat. Semakin banyak modal maka armada yang digukanan akan lebih canggih dan kecangihan armada penangkapan tidak selalu ramah lingkungan. Sehingga  cadangan ikan dan armada tangkap akan  berubah secara dinamis sepanjang waktu pada lingkungan internal masing-masing. Cadangan ikan dikendalikan oleh reproduksi dan mortalitas sedangkan armada tangkap dikendalikan oleh dinamika pemodalan sebagai investasi yang dilakukan oleh nelayan yang akan mengalami penyusutan sepanjang waktu. Kedua dinamika populasi ikan dan dinamika modal terkait dengan besarnya hasil tangkapan. Ini membuktikan bahwa peningkatan penangkapan ikan menggunakaan armada tangkap yang modern jelas akan menurunkan cadangan ikan.

b) Sistem Perikanan Budidaya
Budidaya  perairan merupakan suatu kegiatan untuk memelihara hewan maupun tanaman akuatik di dalam lingkungan terkontrol dengan campur tangan manusia untuk menghasilkan produktifitas sehingga memberikan keuntungan. Kegiatan budidaya perikan dapat dilakukan di perairan tawar, payau dan laut. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan  adalah kolam (kolam air desar dan kolam air tenang), tambak, akuarium, jaring terapung/karamba jaring apung.
            Kegiatan budidaya perairan memiliki dampak positif dan negative, dampak negatifenya adalah pencemaran yang berasal dari limbah pakan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan perairan dan perluasan areal budidaya di daratan sedangkan dampak positifnya kegiatan budidaya lebih menjanjikan, terkontrol dan memberikan keuntungan serta memenuhi kebutuhan ikan secara berkelanjutan serta menjadi satu-satunya kegiatan yang dapat menjaga kelestarian perikanan. Kegiatan budidaya dilakukan karena sumberdaya ikan yang berada diperairan yang umumnya diperoleh manusia dari kegiatan penangkapan jumlahnya semakin menurun dan hasilnya tidak memiliki kepastian. Selain  itu kita tidak pengetahui bagaimana perkembangan produksi ikan dilaut lepas secara pasti.
Kegiatan budidaya penting dilakukan karena permintaan terhadap produk perikanan meningkat sejalan dengan pertambahan populasi manusia, sementara produksi perikanan tangkap hampir mencapai level off sehingga terjadi kekurangan suplay ikan atau gab antara permintaan dan jumlah ikan yang ada. Oleh karena itu dengan kegiatan budidaya melalui peningkatan priduktivitas , pengembangan areal budidaya  baik areal laut dan tawar  dan meningkatkan jumlah ikan yang dapat dibudidayakan serta penerapan rekayasa akuakultur diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Sumberdaya yang dapat dikerahkan untuk kegiatan budidaya  meliputi sumberdaya alam, manusia dan kemajuan teknologi sebagai berikut:
sumberdaya alam               : faktor fisik (tanah, air, cuaca, udara dan temperatur), kimia (pH, DO, salinitas dan  amoniak), dan biologi (jenis ikan yang dibudidaya, virus, bakteri, jamur dan parasit) perairan pemupukan dan pengelolaan air
sumberdaya manusia               : tenaga kerja, penerapan rekayasa akuakultur penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang menuju pada penguasaan teknologi agar dapat mengunakan teknologi yang handal dan ramah lingkungan.
kemajuan teknologi                 : penyediaan bibit-bibit unggul melalui perbaikan genetik, kualitas pakan yang  baik, pemberian hormon pertumbuhan, pengendalian dan monitoring terhadap penyakit.
Dalam kegiatan budidaya yang berperan penting yaitu pembudidaya/ nelayan ikan sebagai penghasil dan tenaga kerja, distributor  yang terkait dengan pemasaran dan dan distribusi hasil, dan lembaga hukum yang berperan sebagai pengawas kegiatan budidaya.
4.     
Kegiatan budidaya perairan laut bertujuan untuk produksi makanan (ikan), mempertahankan produksi perikanan melalui kegiatan restocking benih ke alam, menghasilkan produk bahan industri, dapat menghasilkan komoditas ikan baru melalui domestikasi dan menyelamatkan spesies ikan yang terancam punah, produksi ikan hias, dan produksi ikan untuk rekreasi. Dalam pembangunan kegiatan ini maka perlu didukung dengan fasilitas prasarana dan sarana yang memadai yang akan menunjang jalannya kegiatan  budidaya yang pada akhirnya akan membangun ekonomi masyarakat.

pemupukan dan Kesuburan Perairan


1.           Pupuk dan pengapuran
1.1.1      PengertianPupuk dan Pengapuran
            MenurutSutanto (2005), pada prinsipnya, tanah yang subur adalah tanah yang secarakonsisten memberikan hasil yang baik tanpa penambahan pupuk. Apabila diperlukanpenambahan pupuk maka terjadi tanggapan tanaman dalam bentuk peningkatan hasilyang cukup tinggi terhadap pemupukan kimia maupun organic serta pemberian airmigrasi. Untuk menanggulangi keasaman, pengolahan tanah yang sering kalidilakukan adalah pengapuran (kapur, kapur lohor, dolomite, kalsit).
1.1.2      FungsiPupuk dan Pengapuran
            MenurutHanafiah (2009), pengapuran tanah masam secara untuk bertujuan untuk :
1)           MeningkatkanpH tanah dan
2)           Kejenuhanbasa, agar
3)           Ketersediaanhara bagi tanaman meningkat dan
4)           Potensitoksik dari unsure mikro atau unsur toksik (seperti A1) menjadi tertekan.
5)           Denganmembaiknya sifat kimiawi tanah, maka aktivitas mikroba dalam penyedraan haradan zat perangsang tumbuh juga membentuk, sehingga secara akumulatif akanmenghasilkan
6)           Pertumbuhandan produksi tanaman yang ditanam
            MenurutKordi (2009), untukmemperbaiki pH tanah, maka pengapuran adalah bagian dari persiapan kolam dantambak. Pengapuran berfungsi untuk :
-                     MeningkatkanpH tanah
-                     Membakarjasad – jasad renik penyebab penyakit dan hewan liar
-                     Mengikat dan mengendorkan butiran lumpur halus
-                     Memperbaikikualitas tanah dan
-                     Meningkatkan faktor yang sangatdibutuhkan untuk pertumbuhanplankton.
1.1.3      Macamdan jenis pupuk serta penjelasannya
            MenurutHardjowigeno (2007), pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan.Pupuk alam adalah puuk yang langsung di dapat dari alam misalnya fosfat alam,pupuk organik(pupuk kandang, kompas) dan sebagainya. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuatdi pabrik dengan jenis dan kadar unsure haranya sengaja ditambahkan dalam upuktersebut dalam jumlah tertentu.
Pupukbuatan yang mengandung dua atau tiga unsure zat makanan disebut pupuk buatanmajemuk atau pupuk buatan ganda.
            MenurutKordi (2009), jenis pupuk yaitu sebagai berikut :
Jenis pupuk
Dosis (kg/Ha)
Pedak halui
Bungkil kepala
Kotoran ayam
Kotoran kerbau / sapi / kuda
Kompos
Biji kapuk
500 – 100
500 – 100
500
1000 – 3000
3000
500 - 1000
1.1.4      Kandunganpupuk organic (kotoran bebek dan puyuh) dan anorganik (pupuk urea, TSP, ZA)
            Pupukalam atau pupuk organikterdiri dari pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk kompos. Pupuk hijau biasanyaberasal dari tumbuhan – tumbuhan tertentu seperti crotolarid sedangkan pupukkandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti sapi,kerbau,kambing dan lain – lain yang telah bercampur dengan sisa – sisa
makanan (Nawawi, 2001).
1.1.5      Prosespembuatan pupuk organik
            Menurut Bonga (2007), teknikpembuatan kompos :
Untuktiap kwintal bahan kompos dibutuhkan bahan sebagai berikut :
1)           Kotoranhewan / jerami : 100 kg
2)           Serbukgergaji 120 kg
3)           Bekatul: 2 kg
4)           CM– 50 cc
5)           Tetesdebu / larutan gula 1.100 cc
6)           Air: 25 liter
7)           Nutrisi: secukupnya
·                    Carapembuatan
1)           Bahan1,2,3 dicampur hingga merata
2)           Bahan4,5,6 dan 7 dilarutkan dalam air
3)           Larutanpada poin B disiramkan pada adonan (hasil campuran point 6)
4)           Adonandibuat gundukan
5)           Adonanditutup dengan plastic 4-5 hari dan setiap harinya adonan diaduk dan dibalikdan ditutup kembali dengan plastic
6)           Prosesdekomposisi berlangsung ditandai dengan naiknya suhu
7)           Hasil kompos dikatakan berhasil dengan tanah :
-                     Dipegangtidak lengket
-                     Tidakbaud an tidak panas
-                     Warnalebih logam / mengkilap
            MenurutAceh Pedia (2009), teknik pembuatan pupuk organik / kompos :
1)           Bahan/ daun – daunan, rumput atau jerami, pupuk kandang 20-300 kg sekam padi 100 –200 kg, dedak / bekatul 50-100 kg, stater / bahan pengurai 0,2 – 0,5 liter,tetes debu / gula 1-2 kg dan air 300-500 liter (secukupnya)
2)           Persiapantempat
Sebaiknya dibuatkan lubang dengankedalaman 10-60 cc usahakan tempatnya tidak terbuka atau kena sinar mataharilangsung, seperti di bawah pohon sebaiknya dibuatkan naungan / gubuk untukmenghindari sinar matahari langsung dan hujan
3)           Carapembuatan
Supaya proses pengomporan lebih cepathijauan / daun – caunan, jerami dipotong – potong kurang lebih 5-10 cm, tetestebu / gula dan status pengurai dilarutkan dengan air dalam ember / bak plasticdiaduk sampai merata potongan – potongan hijauan / jerami dicampur dengan pupukkandang, dedak, sekam, serbuk gergaji dan limbah pertanian lainnya secarameraa, siramkan larutan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 50%, bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, kepadatandibuka, maka adonan akan megar sewaktu pendungukan dan penyiraman langsungdimasukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Usahakan tumpukan bahan yangsudah diaduk tinggi tidak melebihi bacin 0,05 permukaan tanah, tutup denganplastic agar tidak terjadi penguapan, juga ditutup dengan lumpur seluruhpermukaan, tancapkan bila bumbu sekitar 10-15 cm agar udara luar masuk sehinggaproses pengomposan / fermentasi berjalan lebih cepat.
2.           Plankton dan kesuburan perairan
1.2.1      Pengertiankesuburan perairan
            Menurut Purwohadiyanto et al., (2008), perairan yang suburadalah perairan yang banyak mengandung unsur hara, yang subur dapat mendukungkehidupan organisme dalam air tawar terutama algae atau phytoplankton dalammempercepat pertumbuhannya dan kelimpahannya. Kesuburan perairan adalahkapasitas atau kesanggupan atau kemampuan perairan untuk menyediakan unsur harayang sesuai bagi kehidupan phytoplankton sehingga dapat menghasilkan produksiyang optimum.
1.2.2      PenggolonganPerairan Berdasarkan Kesuburan
            Menurut Goldmen dan Hoine (1983) dalam Apridayanti(2008), berdasarkan kandungan hara (tingkat kesuburan) dapat diklasifikasikandalam 3 jenis, yaitu danau etopik, danau oligotropik dan danau mesotropik.
            MenurutSubariyanti (1985) dalam Purwohadiyanti (2006), berdasarkan tingkatkesuburanya perairan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
*                 PerairanOligotrof
Perairan ini merupakan perairan dengantingkat kesuburan rendah.
*                 PerairanMesotrof
Perairan ini mempunyai tingkatkesuburan yang sedang unsure haranya lebih banyak dari perairan oligotrofkeadaan perairan lebih keruh dari oligotrof karena organisme yang hidup tidakhanya berupa pada lapisan atas saja (permukaan) tetapi tersebar sampai lebihdasar.
*                 PerairanEutortof
Merupakan perairan yang tingkatkesuburannya tinggi. Hal ini dapat terjadi jika perairan oligotrof mendapatmasukan air yang subur, dalam arti mendapatkan masukan air yang banyak mengandungunsure hara baik itu organic maupun anorganik
1.2.3      PembagianPlankton Berdasarkan Jenis
`           MenurutHutabarat dan Evans (2008), kelompok hewan ini yang merupakan golongan perenangaktif walaupun demikian mereka tetap terombang – ambing oleh arus lautan. Subgrup ini terdiri dari golongan binatang (zooplankton) dan golongan tumbuh –tumbuhan (fitoplankton).
            Plankton merupakan organisme lautyang berukuran kecil (mikroskopik) yang jumlahnya sangat banyak dan gerakannyadipengaruhi oleh gerakan air laut. Plankton terdiri dari golongan tumbuhan(fitoplankton) dan (golongan binatang (zooplankton) (Nur dan Susilawati, 2010).
1.2.4      PembagianPlankton Berdasarkan Tingkah Laku
                        Menurut Pamela (2010),dilihat dari sebarab partikelnya plankton dapat dibagi menjadi :
a.                 Epiplankton adalah plankton yang hidup di lapisan permukaan sampai kedalamansekitar 10 mm
b.                 Mesoplanktonadalah plankton yang hidup di lapisan tengah, pada kedalaman sekitar 100 - 400m
c.                 Hipoplanktonadalah plankton yang hidup pada kedalaman lebih dari 400 m
                
                 Menurut Barmi (1995) dalamSiregar (2009), bahwa plankton dapat dikelompokkan dalam beberapa hal yakni :
-                              Berdasarkan lingkungan hidupnya terdiri atas :
a.                 Limnoplankton, plankton yang hidup di air tawar
b.                 Haliplankton, plankton yang hidup di laut
c.                 Hipalmiroplankton, plankton yang hidup di air payau
d.                 Heleoplankton, plankton yang hidup di kolam
1.2.5     JenisPlankton yang Merugikan danMenguntungkan
            MenurutLestari dan Edward (2004), jenis –jenis plankton beracun yang  berhasil di identifikasi dalam kasus kematianmissal ikan- ikan, udang, kerang di teluk Jakarta ini antara lain adalah Dhyceuinrumsp, Gynodium sp, Protoperium sp, Bynopsis.
            Menurut Saputro (2009),beberapa jenis pakan ikan alami yang biasa diproduksi secara missal danmemiliki sifat – sifat tersebut diatas adalah infosoria, rotifer, kutu air,daltom, clorela, tetraselmir, arthemia, dan cacing tubifex.
DAFTAR PUSTAKA
Bonga. 2007. Teknik Pembuatan Pupuk Organik“Bolehasi”. http://insideminite.blogspot.com/2007/11/teknik_pembuatan_pupuk_organik_bolehasi.html.Diakses pada tanggal 14 November 2011
Daniel, Eka. 2008. Evaluasi Pengolahan LingkunganPerairan Waduk Luhur Kabupaten Malang, Jawa Timur. http://www.eprints.undip.ac.id/17305/L/Eka.Daniel.pdf. Diakses pada tanggal 14November 2011
Dariah, Ai,H. Subagyo. Whendy Fatahrananto dan Setiani Narwanto. 2009. Kepekaan Tanahterhadap Krosi. http://balit.tanah.deptan.go.id/atakumulasi/buku/belerang.pdf.Diakses pada 15 November 2011 pukul 08.00 WIB
Darliana.2009. Pengaruh Jenis Bokhasi Terhadap bobot Isi organik dan LETK Tanah sertahasil dan LPH pada Andasorasai Cembung. http://www.pakal.org.Diakses pada 14 November 2011 pukul 15.05 WIB
Hanafiah, Kemas Air. 2009. Biologi Tanah LandasanPengelolaan Tanah Sehat. Pustaka Adipura. Malang
Hardjowigeno, Surema. 2007. Ilmu Tanah. A. Dimuka Pressindo. Bogor
Hutabarat, Sahala dan Stewart M. Evans. 2008. PengantarOceoanografi. UI Press. Jakarta
Kordi, M. Gufron. 2009. Budidaya perairan Buku Kedua. PT.Citra Aditya Bakti. Bandung
Pamela, Dian. 2010. Sebaran Partikel Plankton. http://dianpamela.blogspot.com/2010/04/plankton.didefinition.Diakses pada tanggal 15 November 2011
Purwohadiyanto.2006. Pemupukan dan Kesuburan Perairan Budidaya. Universitas Brawijaya.Fakultas Perikanan. Jurusan Budidaya : Malang
Sunarmi, Prapto, Sri Andayani, Purwohadiyanti. 2006.Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Universitas Brawijaya. Malang
Suryono. 2006. Evaluasi Kualitas Tanah Ineptisol diKebun Sampah, Kabupaten Deli, Sendang. http://slambonisme.blogspot.com/2006/10/html.Diakses pada tanggal 5 November 2011
Sutanto, Rachmadin. 2005. Dasar-Dasar Ilmu TanahTanah. Kanisius. Jakarta