Tampilkan postingan dengan label Hewan Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Laut. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Dugong, Spesiesnya Terancam Punah


Duyung, ikan duyung atau dugong (Dugong dugon) merupakansejenis hewan laut yang merupakan salah satu daripada empat spesies Sireniaatau lembu laut yang masih bertahan hidup selain manatee, ikan duyung bukanlahtermasuk ke dalam bangsa ikan. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakilikeluarga Dugongidae. Ia juga merupakan satu-satunya sirenia yang bisa ditemukandi kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik,walaupun kebanyakan duyung tinggal di perairan utara Australia. Duyung ataudugong adalah satu-satunya mamalia lautherbivora atau maun (pemakan dedaunan),dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.



Duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumbermakanan, maka penyebaran hewan ini terbatas pada habitat pantai di mana iadilahirkan, dengan habitat utama duyung membutuhkan kawasan yang luas, perairandangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau. Moncong hewanini menghadap ke bawah agar dapat menjamah rumput laut yang tumbuh di dasarperairan.

Duyung menjadi hewan buruan selama beribu-ribu tahun karenadaging dan minyaknya. Kawasan penyebaran dugong semakin berkurangan, danpopulasinya semakin menghampiri kepunahan. IUCN mengklasifikasikan dugongsebagai spesies hewan yang terancam, manakala CITES melarang atau mengharamkanperdagangan barang-barang produksi yang dihasilkan dari hewan ini. Walau punspesies ini dilindungi di beberapa negara, penyebab utama penurunan populasinyadi antaranya ialah karena pembukaan lahan baru, perburuan, kehilangan habitatserta kematian yang secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas nelayandalam menangkap ikan. Duyung bisa mencapai usia hingga 70 tahun atau lebih,serta dengan angka kelahiran yang rendah yang mengancam menurunnya populasiduyung. Duyung juga terancam punah akibat badai, parasit, serta hewan pemangsaseperti ikan hiu, paus pembunuh dan buaya.

Duyung semula diklasifikasikan oleh Müller pada tahun 1776sebagai Trichechus dugon, salah satu ahli genus manatee yang sebelumnyadidefinisikan sebagai Linnaeus. Ia kemudian ditetapkan sebagai jenis spesisDugong oleh Lacépède dan diklasifikasikan lebih lanjut di dalam keluarganyasendiri oleh Gray dan subfamilinya oleh Simpson. Perkataan "dugong"dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain, berasal dari istilah dalam bahasaTagalog yakni dugong yang diambil dari istilah dalam bahasa Melayu yakniduyung, kedua-duanya memiliki makna yakni "perempuan laut." Nama-namalain termasuklah "lembu laut", "babi laut" dan "untalaut".

Kamis, 22 Maret 2012

Kerang Simping

Simping ialah moluska bivalvia dari famili Pectinidae yang hidup di perairan laut, kosmopolitan (dapat ditemui di semua perairan bumi), dan bernilai ekonomi sebagai sumber makanan dan bahan kerajinan. Simping dianggap kerang yang paling aman untuk dimakan mentah. Beberapa simping yang warna cangkangnya terang dijadikan bahan baku kerajinan dari kerang. Racun, bakteri, dan virus cenderung terakumulasi di tubuhnya dalam proses penyaringan air laut oleh kerang-kerangan, namun pada simping bagian penyaring ini biasanya tidak dijumpai atau tereduksi .


Sumber

Abalon, Kerang Mata Tujuh

Abalon (berasal dari bahasa Spanyol, Abulón) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai kerang mata tujuh atau siput balik batu, ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.
Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).
Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).

Sumber