Minggu, 01 April 2012

Ulat Aussie Rusak Mangrove

Probolinggo - Ternyata ulat-ulat yang menyerang hutan tanaman pantai (mangrove) di Kota Probolinggo berasal dari Australia. Bahkan ulat spesies Hyblaea puera itu diduga yang pertama kali menyerang hutan mangrove di Indonesia.

 “Saya juga kaget mendapatkan informasi, ulat-ulat Hyblaea puera itu berasal dari Australia dan pertama kali menyerang Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kota Probolinggo, Agustustinus Yudha Sunantya, Minggu (1/4) pagi tadi. 

Info baru itu diperoleh Disperta dari Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Jatim. “Hingga kini belum ada laporan daerah lain yang terserang ulat spesies ini. Dengan demikian bisa dikatakan di Probolinggo yang pertama diserang,” ujarnya.

Yudha menambahkan, berdasarkan penelitian laboratorium POPT di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ulat genus Hyblaea itu migrasi  dari kawasan Queensland, Australia. Hutan mangrove di Queensland juga pernah rusak parah diserang ulat berwarna hitam itu. ”Migrasi melalui udara ke Indonesia diduga karena perubahan iklim,” ujar Yudha.

Untuk menekan serangan ulat yang menggerogoti tanaman mangrove, Disperta melakukan penyemprotan pestisida pada area mangrove yang meranggas. ”Kami usahakan menggunakan pestisida yang ramah lingkungan dengan dosis aman,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian POPT, siklus ulat itu diawali dari telur, yang dalam waktu 5-7 hari berubah menjadi larva. Selanjutnya dalam waktu 2-3 minggu larva berubah menjadi kepompong. ”Selanjutnya kepompong berubah menjadi kupu-kupu dalam waktu 5-7 hari. Siklus semakin cepat jika stok makanan menipis,” ujar Yudha.

Di Probolinggo, ulat Hyblaea puera hanya menyerang daun api-api (Avecinia Sp). Sementara tanaman mangrove jenis lain seperti bakau (Rhizopora) aman dari gangguan ulat itu.

 “Kalau ulat bulu yang menyerang mangga bisa menimbulkan gatal pada manusia, ulat mangrove ini mengakibatkan gatal,” ujarnya. Karena itu warga yang tinggal di kawasan pantai utara seperti Pilang, Sukabumi, Mayangan, dan Mangunharjo diminta tidak panik dengan serangan ulat-ulat itu.

Masyarakat nelayan dan petambak diminta tidak usah khawatir. Demikian juga warga penghuni Rusunawa Bestari di Jalan Lingkar Utara, yang bertetangga dekat dengan hutan mangrove.

Berdasarkan pengamatan, ulat-ulat itu juga hanya memakan daun api-api. Sebagian tanaman api-api bersemi kembali setelah sebelumnya digunduli ulat-ulat pemakan daun itu. “Mirip ulat bulu yang memakan daun mangga, tanaman tidak sampai mati karena bisa bersemi kembali,” ujar Yudha.

Seperti diberitakan Surabaya Post, Jumat (30/3) lalu, sekitar 10 hektare hutan mangrove di pantura Kota Probolinggo meranggas karena diserang ulat. Tanaman api-api yang diserang ulat pun tinggal batang, dahan, dan rantingnya. Sementara semua daunnya habis dimakan ulat. Pada tanaman yang sudah meranggas itu tampak ulat berkeliaran, sebagian sudah berubah menjadi kepompong.

Anehnya mangrove jenis bakau tetap utuh dari gangguan ulat. Tanaman yang oleh warga setempat disebut tinjang dan daunnya lebih lebar dibandingkan api-api itu justru tidak diserang ulat.
Serangan ulat terjadi sejak sekitar dua minggu lalu. Pokoknya semua tanaman api-api di pantai utara Probolinggo habis,” ujar Slamet, warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Dikatakan awalnya serangan ulat diketahui di hutan mangrove di Kelurahan Mayangan. Belakangan serangan ulat terus merembet ke timur ke Kelurahan Mangunharjo, juga meluas ke barat ke Kelurahan Pilang.

Belum diketahui, mengapa ribuan ulat itu hanya memakan daun api-api. Yang jelas di kalangan masyarakat pantai, daun api-api terutama yang masih muda memang bisa dijadikan sayur. “Sebagian masyarakat menyukai bothok dari daun api-api. Bahkan ada yang langsung memakan daun api-api muda sebagai lalapan,” ujar Agus, warga Mayangan.[surabayapost]


43 Ton Ikan Berformalin Malaysia Disita

Kepolisian menggagalkan masuknya 43 ton ikan berformalin asal Malaysia ke Indonesia. Tiga orang dibekuk dan masih menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penyelundupan ikan tak layak konsumsi ke Indonesia.

"Ikan-ikan asal Malaysia ini disimpan dalam kemasan yang rapi. Diangkut dari Malaysia menggunakan kendaraan sampai perbatasan di Entikong, Kabupaten Sanggau. Lalu, ikan-ikan ini dipindahkan ke mobil Indonesia," kata Kepala Divisi Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar kepada VIVAnews di Pontianak, Minggu 1 April 2012.

Sopir pembawa ikan itu dibekuk di Jalan Budi Utomo Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Ikan-ikan yang dikemas dalam kotak ini dibawa menggunakan sebuah truk berukuran besar jenis Fuso. Tiga orang awak truk dibekuk dan masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Mukson, lemahnya pengawasan menjadi faktor lolosnya berbagai barang ilegal ke Indonesia, terutama di Kalimantan Barat. Padahal, selama ini pengawasan maupun penjagaan di pintu masuk perbatasan Entikong sudah sangat ekstra ketat.

"Di perbatasan itu sudah ada berbagai instansi. Kok masih lolos juga. Ini lah yang tidak masuk akal bagi kita. Ya akhirnya jajaran kami mengamankan ikan diduga formalin ini di Kota Pontianak hari ini," kata dia.

Selain mengamankan ikan ilegal selundupan asal Malaysia, Polda Kalimantan Barat juga menyita 15.000 liter bahan bakar solar ilegal. Solar-solar ilegal itu diamankan di lokasi penimbunan di daerah Kabupaten Melawi.

Menurut Mukson, ribuan solar bersubdisi ini hendak dijual ke perusahaan industri di wilayah timur Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu.

"Ribuan solar ilegal ini ditampung dalam drum. Lokasi penimbunan BBM ini lalu kami amankan berikut barang buktinya juga. Dan memang ribuan liter solar ini mau dijual ke perusahaan industri di wilayah sana," kata Mukson.[ VVnews]


Kiwi, Simbol Negara Selandia Baru

Kiwi adalah spesies lain dari burung tidak dapat terbangyang endemik di Selandia Baru dari genus Apteryx (satu-satunya genus dalamfamili Apterygidae). Dalam ukurannya yang seperti ayam domestik, kiwi adalahratite hidup yang paing kecil. Seluruh spesies kiwi adalah spesies terancam.Kiwi juga merupakan simbol nasional Selandia Baru.

Burung kiwi dinobatkan sebagai ikon negara selandia barukarena beberapa hal berikut:

1.    Kiwi adalahburung yang khas berasal dari wilayah selandia baru, dan telah endemik selama jutaan tahun di sana.
2.    Burung kiwidianggap memiliki semangat nasional negeri itu yaitu mampu bertahan danberevolusi selama jutaan tahun.
3.    Kiwi telahmenjadi simbol bagi orang-orang selandia baru dalam hal usia, ras, gender, dankepercayaan.
4.  Kiwi telah menjadisebutan bagi orang selandia baru sejak lama. Hal ini diawali dari kisah seoranglelaki kelahiran Skotlandia yang pada permulaan tahun 1900 membuatproduk semir sepatu yang mampu membuat sepatu bersinar, tahan air, awet danlembut, yang ia sebut dengan semir Kiwi. Sebutan itu ia berikan sebagai bentukpenghargaan bagi negara calon istrinya yang berasal dari Oamaru selandia baru.Kemudian semir sepatu tadi menjadi populer selama masa Perang Dunia Pertama.Pada masa perang itu pasukan Amerika dan Inggris menggunakan semir tersebut danakhirnya menyebut orang-orang selandia baru dengan sebutan kiwi. Sebelummengenal semir itu mereka menyebut orang-orang selandia baru denganMaorilanders, En Zedders, atau Fernlanders, begitu semir kiwi menjadi populersebutan tadi berubah menjadi kiwi dan terus melekat bagi penduduk selandiabaru.
5.    Saat ini spesieskiwi termasuk sebagai hewan langka, maka dengan dijadikannya ia sebagai ikonNegara akan mendorong banyak upaya pelestarian dan perlindungan bagikelangsungan hidup kiwi agar tidak punah.

    Dugong, Spesiesnya Terancam Punah


    Duyung, ikan duyung atau dugong (Dugong dugon) merupakansejenis hewan laut yang merupakan salah satu daripada empat spesies Sireniaatau lembu laut yang masih bertahan hidup selain manatee, ikan duyung bukanlahtermasuk ke dalam bangsa ikan. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakilikeluarga Dugongidae. Ia juga merupakan satu-satunya sirenia yang bisa ditemukandi kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik,walaupun kebanyakan duyung tinggal di perairan utara Australia. Duyung ataudugong adalah satu-satunya mamalia lautherbivora atau maun (pemakan dedaunan),dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.



    Duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumbermakanan, maka penyebaran hewan ini terbatas pada habitat pantai di mana iadilahirkan, dengan habitat utama duyung membutuhkan kawasan yang luas, perairandangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau. Moncong hewanini menghadap ke bawah agar dapat menjamah rumput laut yang tumbuh di dasarperairan.

    Duyung menjadi hewan buruan selama beribu-ribu tahun karenadaging dan minyaknya. Kawasan penyebaran dugong semakin berkurangan, danpopulasinya semakin menghampiri kepunahan. IUCN mengklasifikasikan dugongsebagai spesies hewan yang terancam, manakala CITES melarang atau mengharamkanperdagangan barang-barang produksi yang dihasilkan dari hewan ini. Walau punspesies ini dilindungi di beberapa negara, penyebab utama penurunan populasinyadi antaranya ialah karena pembukaan lahan baru, perburuan, kehilangan habitatserta kematian yang secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas nelayandalam menangkap ikan. Duyung bisa mencapai usia hingga 70 tahun atau lebih,serta dengan angka kelahiran yang rendah yang mengancam menurunnya populasiduyung. Duyung juga terancam punah akibat badai, parasit, serta hewan pemangsaseperti ikan hiu, paus pembunuh dan buaya.

    Duyung semula diklasifikasikan oleh Müller pada tahun 1776sebagai Trichechus dugon, salah satu ahli genus manatee yang sebelumnyadidefinisikan sebagai Linnaeus. Ia kemudian ditetapkan sebagai jenis spesisDugong oleh Lacépède dan diklasifikasikan lebih lanjut di dalam keluarganyasendiri oleh Gray dan subfamilinya oleh Simpson. Perkataan "dugong"dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain, berasal dari istilah dalam bahasaTagalog yakni dugong yang diambil dari istilah dalam bahasa Melayu yakniduyung, kedua-duanya memiliki makna yakni "perempuan laut." Nama-namalain termasuklah "lembu laut", "babi laut" dan "untalaut".

    Olm, Amfibi Buta Yang Dilindungi


    Olm, atau proteus (Proteus anguinus), adalah amfibi butaendemik perairan bawah tanah gua dari karst Dinaric dari Eropa selatan. Iahidup di perairan yang mengalirbawah tanah melalui wilayah batu kapur yang luastermasuk perairan Soca DAS dekat Trieste di Italia, melalui Slovenia selatan,barat daya Kroasia, dan Herzegovina.
    Olm adalah satu-satunya spesies dalam genus Proteus nya,satu-satunya spesies Eropa dari Proteidae keluarga, dan secara eksklusif hanyaEropa gua tinggal chordate. Hal ini juga kadang-kadang disebut "ikanmanusia" oleh penduduk setempat karena warnakulitnya, mirip dengan orangkulit putih (diterjemahkan secara harfiah dari Slovenia:človeška Ribica danKroasia: čovječja Ribica), serta "gua salamander" atau"putihsalamander . "Di Slovenia itu juga dikenal dengan nama močeril,yang diterjemahkansebagai "salah satu yang liang ke basah."



    Hewan ini sangat penting untuk adaptasi untuk kehidupan yanggelap gulita di habitatbawah tanah. Mata Olm adalah belum dikembangkan,meninggalkannya buta, sementara indera lainnya, terutama penciuman danpendengaran, yang akutdikembangkan. Hal ini juga tidak memiliki pigmentasiapapun dalam kulitnya. Berbeda dengan amfibi paling, Olm sepenuhnya air, danmakan, tidur, dan bawah air keturunan.Ini memiliki 3 jari pada anggota tubuhbagian depan, tetapi 2 jari pada kaki belakangnya. Hal ini juga menunjukkan neoteny,mempertahankan karakteristik larvaseperti insang eksternal menjadi dewasa,seperti amfibi Amerika, axolotl dan anak anjing lumpur.


    Tubuh Olm adalah seperti ular, 20-30 cm (8-12 in) panjang,dengan beberapa spesimenmencapai 40 sentimeter (16 in) adalah batang silindris,seragam tebal, dan tersegmentasi dengan jarak teratur alur-alur di. myomereperbatasan. Ekor relatif pendek, lateral rata, dan dikelilingi oleh siriptipis. Anggota badan yang kecil dan tipis, dengan berkurangnya jumlah digit dibandingkanamfibi lain: kaki depan memiliki tigadigit bukan empat normal, dan belakangmemiliki dua digit bukan lima. Tubuhnya ditutupioleh lapisan tipis kulit, yangberisi sangat sedikit dari pigmen riboflavin, sehinggakekuningan putih ataupink dalam warna. Organ internal dapat dilihat bersinar melaluipada bagianperut dari tubuh. Kemiripan dalam warna dengan manusia putih adalah alasanmengapa Proteus disebut ikan manusia dalam beberapa bahasa. Namun, kulitOlm itutetap memiliki kemampuan untuk memproduksi melanin. Ketika terkena cahaya,secara bertahap akan berubah menjadi gelap, dan dalam beberapa kasus larvajugadiwarnai. Berbentuk buah pir kepalanya berakhir dengan moncongpendekdorsoventrally rata. Pembukaan mulut kecil, dengan gigi kecil membentuksaringan untuk menjaga partikel yang lebih besar di dalam mulut. Lubang hidungsangat kecil untuktidak terlihat, tetapi ditempatkan agak lateral dekat ujungmoncong. Mata kemunduranditutupi oleh lapisan kulit. Para Olm bernafas denganinsang eksternal yang membentuk dua jumbai yang bercabang di bagian belakangkepala. Mereka berwarna merahkarena menunjukkan darah kaya oksigen melaluikulit tidak berpigmen. Para Olm juga memiliki paru-paru belum sempurna, tetapiperan mereka dalam respirasi hanyaaksesori. Jenis kelamin sangat mirip dalampenampilan, dengan laki-laki memilikikloaka agak tebal daripada wanita.

    Olm-olm dari sistem gua yang berbeda berbeda secarasubstansial dalam ukuran tubuh, warna dan beberapa karakter mikroskopis.Peneliti sebelumnya digunakan perbedaan-perbedaan ini untuk mendukung pemekaranmenjadi lima spesies yang berbeda, sementara herpetologis yang modern memahamibahwa morfologi eksternal tidak dapat diandalkan untuk sistematika amfibi dandapat sangat bervariasi, tergantung padamakanan, penyakit, dan faktor lainnyabahkan bervariasi antara individu-individu dalam sebuah populasi tunggal .Proteus anguinus sekarang dianggap satu spesies. Panjangkepala adalah perbedaanyang paling jelas di antara berbagai populasi - individu dariStična, Slovenia,memiliki kepala lebih pendek rata-rata dari mereka yang berasal dariTržič,Slovenia, dan semenanjung Istrian, misalnya.

    Olm sangat rentan terhadap perubahan dalam lingkungannyakarena adaptasi terhadap kondisi tertentu dalam gua. Sumber daya air di karstyang sangat sensitif terhadap segala macam polusi. Para kontaminasi air bawahtanah karst ini disebabkan oleh sejumlah besar situs pembuangan limbah tercucioleh air hujan, serta meluapnya disengaja berbagai cairan. Refleksi dari polusiseperti di perairan bawah tanah karst tergantung pada jenis dan jumlah polutan,dan pada struktur batuan di mana air menembus. Proses pemurnian diri diperairan bawah tanah yang tidak sepenuhnya dipahami, tetapi mereka cukupberbeda dengan air permukaan. Di antara polutan kimia yang paling seriusdiklorinasi hidrokarbon pestisida, pupuk, polychlorinated biphenyls (PCB), yangberada atau digunakan dalam berbagai proses industri dan dalam pembuatanberbagai jenis bahan, dan logam seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsen.Semua zat ini bertahan dalam lingkungan, menjadi lambat, jika sama sekali,terdegradasi oleh proses alam. Selain itu, semua adalah racun bagi kehidupanjika mereka menumpuk dalam jumlah yang cukup besar. Gua Slovenia menjaditerkenal karena hewan-hewan mereka mengandung dan yang tidak dapat ditemukan ditempat lain. Karena keanehan yang Olm juga populer di kalangan kolektor, yangdapat mengancam spesies hewan dengan mengambil terlalu banyak keluar darihabitatnya.

    Olm termasuk dalam Lampiran II dan IV dari Directive HabitatUni Eropa (92/43/EEC). Lampiran II berusaha untuk melestarikan statuskonservasi yang menguntungkan dalam spesies hewan dan tumbuhan besertahabitatnya dengan melindungi spesies atau mendefinisikan daerah khususkonservasi. Daerah-daerah konservasi membentuk Natura 2000 jaringan. LampiranIV lebih lanjut mendefinisikan "hewan dan spesies tanaman kepentinganmasyarakat yang membutuhkan perlindungan yang ketat." Berburu atau menjagasejumlah Olm diperbolehkan hanya dalam keadaan ketat, yang ditentukan olehpemerintah setempat.Olm pertama kali dilindungi di Slovenia pada tahun 1922bersama dengan semua fauna gua, tapi perlindungan itu tidak efektif dan pasargelap yang besar muncul. Pada tahun 1982 ia ditempatkan pada daftar spesieslangka dan terancam punah. Daftar ini juga memiliki efek melarang perdaganganspesies. Setelah bergabung dengan Uni Eropa, Slovenia harus membentuk mekanismeperlindungan spesies yang termasuk dalam Petunjuk Habitat Uni Eropa. Para Olmtermasuk dalam daftar Red Slovenia satwa langka Postojna Gua dan gua-gualainnya dihuni oleh Olm. Juga dimasukkan dalam bagian dari jaringan Slovenia2000 Natura.
    Di Kroasia, Olm dilindungi oleh undang-undang yang dirancanguntuk melindungi amfibi, mengumpulkan hanya mungkin untuk tujuan penelitiandengan izin dari Administrasi Nasional untuk Alam dan Perlindungan Lingkungan.Status konservasi di Bosnia dan Herzegovina dan Montenegro belumdidefinisikan.Dalam Daftar Merah IUCN, Olm terdaftar sebagai rentan karenadistribusinya terfragmentasi dan terbatas dan populasi yang terus menurun.



    Sumber

    Addax, Jenis Kijang Langka


    Addax (Addax nasomaculatus), juga dikenal sebagai kijangscrewhorn, adalah spesies terancam punah dari kijang yang hidup di gurunSahara. Seperti yang disarankan oleh nama alternatif, ini kijang pucat memilikipanjang, tanduk bengkok. Hal ini erat kaitannya dengan kijang, tetapi berbedadari antelop lain dengan memiliki gigipersegi besar seperti sapi dan kurangkelenjar wajah khas. Meskipun sangat jarang di habitat aslinya karena berburutidak diatur, sangat umum di penangkaran. Mereka kadang-kadang diburu sebagaitrofi pada peternakan di Amerika Serikat.

    Addax ini terutama herbivora, dan disesuaikan dengan tinggaldi daerah dengankelangkaan air besar. Hewan ini dapat dengan mudah diburu olehpredatornya karena berjalan lambat. Karena gerakan lambat, yang Addax adalahsasaran empuk bagi predator sepertisinga, manusia, anjing pemburu Afrika,cheetah dan macan tutul. Caracals, hyena dan betis servals serangan. Addaxtidak merasa terganggu dengan mudah, meskipun orangsering berubah agresifkarena diganggu.


    Hal ini diyakini nama "Addax" diperoleh dari katabahasa Arab yang berarti binatang liardengan tanduk bengkok. Kata"nasomaculatus" berasal dari kata Latin "nasus" (atauawalan"naso") yang berarti hidung dan "makula" yang berartitempat atau melihat dan akhiran - "atus" mengacu pada bintik-bintikdan tanda-tanda wajah dari kijang. Baduimenggunakan nama lain untuk Addax,yaitu istilah Arab "Bakar" (atau "bagr")"alWahsh", yang secara harfiah berarti sapi dari alam liar. Nama inidapat digunakan untuk merujuk kepada ungulates lainnya.

    Addax mendiami daerah kering, semideserts dan gurun pasirdan berbatu, tetapi hari ini hanya ditemukan berpasangan langka atau sebagaiindividu di gurun Sahara danbeberapa daerah tetangga. Addax ini punah diYordania sejak tahun 1900 dan di Mesirdan Maroko pada abad pertengahan ke-20.Hewan ini pernah melimpah di Afrika utara, asliwilayah seperti Chad, Mauritaniadan Niger. Pada 1972, Addax itu ditemukan terutamadi Rio de Oro, Mauritania,Mali dan Chad utara, dengan beberapa di Aljazair, LibyaSelatan, dan UtaraSudan. Jarang mana-mana kecuali di daerah tak berpenghuni di Mauritania danMali di Sahara Barat. Hal ini sekarang ditemukan di populasi langka diMauritania, Mali, Chad, Niger dan hampir punah di Sudan, Aljazair, Mesir, LibyaArabJamahiriya dan barat Sahara. Beberapa Addax dapat ditemukan pada peternakandi Texas permainan di mana mereka dibesarkan untuk berburu trofi. Lihat C.B.S.program "60 Minutes" dari 1/29/2012.

    Pada zaman kuno, Addax terjadi dari Afrika Utara melalui Saudidan kawasan Mediterania timur. Gambar dari makam-makam Mesir menunjukkan kepadamerekauntuk dipelihara sebagai hewan peliharaan di sekitar 2500 SM. Baru-baruini, Addaxditemukan dari Aljazair ke Sudan, tetapi terutama karena overhunting,mereka telah menjadi jauh lebih terbatas dan langka. Gazelle Dama dan Oryxpedang juga ditemukan di daerah yang sama. Ini adalah mudah untuk berburukarena gerakanlambat, khususnya menggunakan kendaraan bermotor dan senjataotomatis. Selaindaging dan kulit sangat berharga. Ancaman lain termasukkekeringan kronis padakehancuran, habitat gurun karena permukiman lebihmanusiawi dan pertanian. Hal ini diyakini bahwa kurang dari 500 individu ada dialam liar saat ini, sebagian besar hewanyang ditemukan antara daerah Termit Nigerdan wilayah Bodélé Barat Chad.

    Di Israel, Yotvata Hai-Bar Cagar Alam keturunan Addaxuntuk mengembalikan mereka ke alam liar. Meskipun besar cadangan, sepertiAhaggar Taman Nasional dan Tasilli diAljazair, Tenere di Niger, yang Ouadipersamaan bunyi-Ouadi Achim di Chad, dan Wadibaru didirikan Howar NationalPark. di daerah penutup Sudan mana Addax sebelumnyaterjadi, beberapa tidakmenjaga Addax lagi karena sumber daya kurang. Addax telah diperkenalkan diTunisia dan Maroko, pertama di Bou Hedma Taman Nasional(Tunisia).





    Pembibitan Ikan Air Tawar, Bisnis Amis Yang Berbuah Manis

    Banda Aceh - Budidaya ikan air tawar masih menjadi usaha yang menjanjikan dan menguntungkan. Salah satu penyebab adalah besarnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

    Beberapa ikan air tawar yang umum dibudidayakan di Indonesia antara lain ikan gurameh, ikan lele, ikan nila, ikan bawal, ikan gabus, dll. Dengan kondisi alam di Indonesia yang masih banyak terdapat sungai, rawa, waduk, dan danau masih sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya ikan air tawar.

    Salah satu tempat budidaya adalah di kawasan Lambhuk Kecamatan Ulee Kareng, yang di lakoni oleh Usman, 47 tahun. Usaha yang digelutinya lebih kurang tiga tahun ini merupakan pendederan atau proses pembesaran ikan yang berukuran 1,3 cm ke ukuran 8-12 cm.

    "Kita melakukan pendederan untuk jenis Ikan patin, Bawal, Gurami, Nila, dan ikan hias seperti Oscar, bibit ikan nila ada jenis jenis lain yaitu Nila Merah, Gip, dan Nila Gesit kemudian patin juga ada jenis lain selain jenis yang biasa juga terdapat patin albino," ujar Usman.

    Menurut Usman, tahap pendederan terbagi menjadi tiga, yaitu bulan pertama ukuran benih 1,3 cm yang baru lepas dari kuning telur ikan, kemudian setelah berukuran 4 cm benih dipindahkan kedalam kerambah berukuran 4x4 meter dengan kedalaman 2 meter, tapi sebelum dimasukan kedalam kerambah, bibit ikan harus dimasukkan kedalam bak penampungan sementara yang berukuran 2x2 meter, kemudian baru dilanjut ke proses pendederan.

    "Bibit ikan-ikan ini didatangkan dari pulau jawa yaitu daerah Parang Jawa Barat, tadinya saya berupaya untuk membibitkan benih-benih dari sini akan tetapi ini juga terkait masalah bisnis dan menurut saya model ini yang menguntungkan, dan tidak saya saja yang di untungkan, orang yang melakukan pembibitan, produksi umpan makan pembibit, ongkos pengiriman, juga lainnya“ katanya.

    Usman menambahkan harga bibit yang dibelinya untuk jenis ikan bawal Rp 300 per ekor, namun setelah pendederan harganya bisa menjadi Rp 1000-3000 per ekor.

    Saat ini usaha budidaya milik Usman mulai memasarkan bibit-bibit ikan kebeberapa daerah khususnya Banda Aceh dan juga Aceh Besar, dan yang paling diminati oleh masyarakat yaitu jenis ikan Nila dan Gurami.

    Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam membudidaya ikan, salah satunya kematian secara serentak. "kita tidak menemukan obat untuk menanganinya, sehingga bisa merugi besar-besaran, untuk itu maka kita harus pahami betul dan apa penyakit yang sering menyerang ikan, juga pemeliharaan selama pemijahan berlangsung untuk selalu mengawasi benih-benih tersebut“ lanjut Usman.

    Ia berharap orang-orang tidak perlu khawatir untuk memulai usaha budidaya ikan air tawar, Ia juga bersedia untuk membantu dengan berbagi ilmu tentang budidaya ikan.

    "Kita bisa buat pelatihan, baik dari mulai pembenihan, perkawinan (proses pemijahan), dan membedakan bibit jantan dan betina hingga pemeliharan baik pemberian pakan sampai pada penyedian tempat, dan juga sirkulasi udara sampai pada pemahaman bagaiman maunya ikan-ikan itu," tutup Usman.

    Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi tentang budidaya ikan air tawar atau ingin memulai usaha budidaya ikan, Usman dengan senang hati menerima kedatangan Anda di alamatnya Jl. Tue Paleuh No. 9, Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, atau menghubungi nomor Usman, 085260128611.[*]