Minggu, 15 Februari 2009

BUDIDAYA BELUT (Monopterus albus)


BUDIDAYA BELUT (Monopterus albus)

1. PENDAHULUAN
Kata Belut merupakan kata yang sudah akrab bagi masyarakat. Jenis ikan ini dengan mudah dapat ditemukan dikawasan pesawahan. Ikan ini ada kesamaan dengan ular kalau sedang berada di atas permukaan sawah, yaitu bergerak dengan melenggok-lenggokan badannya. ke kanan dan ke kiri, serta ciri yang utama badannya berlendir.


Meskipun bentuk badannya yang berbeda, rasa dagingnya yang khas serta kandungan gizi dan proteinnya yang tinggi sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Belut mengandung kandungan asam
lemak tak jenuh sebesar 20%. Jenis lemak yang terkandung dalam Belut termasuk Jenis lemak Omega-3 yang mempunyai manfaat antara lain :

- Mencegah jantung koroner;

- Meningkatkan perkembangan otak (Nutrisi 0tak),

- Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hypertensi );

- Meringankan penyakit kanker dan ginjal;

- Menambah vitalitas dan stamina;

- Meningkatkan fungsi mata.

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya protein hewani, serta cara pengolahannya yang mudah, Belut mulai populer dan digemari oleh masyarakat desa maupun perkotaan.

Penangkapan secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan konsumen menyebabkan populasi Belut makin hari makin berkurang, apalagi jika cara penangkapan yang sangat dilarang oleh pemerintah ,seperti diberi kejutan arus listrik dengan menggunakan accu.

Melihat kondisi tersebut, maka harus dicari cara untuk melestarikannya. Anggota kelompok tani Iwan Hermawan dan Epen Sukendar dengan binaan seorang PPL Wawan Setiawan SP., berhasil melakukan usaha pelestarian, Belut melalui berbagai penelitian danpercobaan selama 8 tahun.
Dengan adanya keberhasilan ini, konsumen tidak harus bergantung pada hasil dari penangkapan liar.

Dari segi bisnis Belut cukup menjanjikan karena permintaan dari dalam dan luar negeri sampai saat ini belum terpenuhi dan makin hari permintaan jumlahnya makin meningkat apalagi ada pengakuan dari beberapa negara bahwa Belut Indonesia khususnya yang berasal dari pulau Jawa mempunyai kualitas paling tinggi.


2. MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG BELUT

Belut merupakan binatang air yang hidupnya harus dengan media lumpur halus. Lalu mengapa Belut harus memakai media lumpur halus sebagai tempat hidupnya? Hal ini dikarenakan :

• Belut memerlukan pengaman untuk tubuhnya dari segala pemangsa dan cuaca dengan memendamkan tubuhnya dalam Lumpur;

• Belut tidak mempunyai sisik dan sirip sehingga mudah terluka;

• Belut dilindungi oleh cairan lendir seperti minyak goreng yang berguna untuk menjaga kestabilan tubuh. untuk mempermudah dalam membuat lubang sebagai tempat tinggalnya;

• Belut dalam mencari mangsa atau makanan dengan menunggu didepan ujung lubang yang dijadikan tempat untuk mengintai karena sifat belut yang pasif;

• Belut akan menjadi aktif dan kanibal apabila merasa lapar atau
jika sedang mencari pasangan untuk melakukan perkawinan sesuai masa pertumbuhannya;

. Belut bukan termasuk ikan yang rakus, oleh karena itu pertumbuhannya lambat dibandingkan dengan jenis ikan lainnya selain itu Belut tidak memiliki pencernaan yang bisa mencerna makanan dengan cepat karena bentuk pencernaannya tunggal memanjang seperti bentuk tubuhnya.

3. CARA REPRODUKSI BELUT

Belut melakukan reproduksi melalui beberapa tahapan, yaitu :

1. Setelah dilakukan pengamatan secara terus menerus di lapangan maka diperoleh hasil Belut dewasa biasanya akan mencari pasangan untuk melakukan perkawinan untuk saling mengisi kekosongan dan saling membuahi. Belut betina akan mencari Belut jantan yang akan membuahi telur yang sudah siap dikeluarkan dari perutnya;

2. Belut jantan akan mencari Belut betina yang sudah siap dibuahi dan membuahinya. Pada masa suburnya Belut bisa lebih dari satu pasangan saling bergerombol dan berkelompok mencari pasangan yang cocok dengan nalurinya. Setelah mendapat pasangan yang cocok biasanya tidak terlalu jauh ukuran tubuhnya, pejantan lebih besar sedikit dengan betinanya;

3. pasangan yang siap melakukan perkawinan akan berenang menuju lubang atau sarang yang sudah dipersiapkan oleh sipejantan di tempat itu dan pasangan ini akan melakukan perkawinan dan dalam perkawinan ini akan saling membuahi;

4. Setelah beberapa hari perkawinan biasanya ada tanda berbentuk busa putih kekuningan di atas permukaan air Belut betina menyimpan telur dalam gelembung busa yang berwarna kuning dan akan ditunggui oleh Belut jantan sampai telur menetas, sedangkan Belut betina setelah mengeluarkan telurnya dia langsung pergi untuk mencari makan karena lapar setelah
melakukan perkawinan atau membuat lubang baru untuk berdiam diri dan mengintip mangsa yang, lewat

5. Telur-telur Belut akan menetas setelah 1- 7 hari, selama itu pula gumpalan busa bisa bertahan sampai telur-telur Belut menetas menjadi larva dan Belut jantan akan menunggu dengan setia;

6. Setelah menetas menjadi benih, maka benih tersebut akan mencari makan sendiri dan harus bisa bertahan dari pemangsa yang kadang-kadang datang dari Belut yang ukurannya lebih besar karena Belut termasuk hewan golongan kanibal. Perjuangan mencari makan dan perlindungan diri harus dilakukan sampai Belut menjadi dewasa (sampai umur 6 bulan).

Menurut pengamatan di lapangan, Belut bisa bereproduksi lebih dari situ kali sesuai dengan kesuburannya, karena Belut merupakan hewan hermaprodit dengan cara saling, mengisi antara jantan dan betina.

Belut termasuk binatang hermaprodit yang menurut pengamatan sebagian orang sulit untuk membedakan antara Belut betina dan jantan, ada yang berpendapat Belut pada awalnya berjenis kelamin betina dan setelah malakukan perkawinan akan berubah menjadi Belut jantan. Selanjutnya Belut jantan yang kosong tidak mempunyai kelamin yang sering disebut Belut banci.


4. PERBEDAAN BELUT JANTAN DAN BETINA

Pada awal mulai dewasa, Belut cenderung kelihatan berjenis kelamin betina karena berisi telur yang siap dikeluarkan dan dibuahi belut jantan dan saat melakukan perkawinan Belut tersebut akan saling membuahi dengan cara alami dan saling mengisi sebagai bentuk pertukaran kelamin sambil membuahi untuk menetas.
Setelah selesai perkawinan Belut jantan akan berubah menjadi betina sedangkan Belut betina akan berubah menjadi jantan.

Demikian siklus ini berlangsung terus selama kondisi masa subur Belut tersebut baik.

.........................................jantan............................. Betina
Bentuk kepala: ..............tumpul.......................... runcing
Ukuran badan.................lebih dari 35 cm............ kurang dari 35 cm
Bentuk ekor.................... kurang lancip................ lancip
Umur ..............................diatas 7 bulan................... dibawah 7 bulan






5. FAKTOR PENDUKUNG DALAM BUDIDAYA BELUT

Sebelum kita membudidayakan Belut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :

1. Tempat.
Jawa Barat secara umum memiliki persawahan yang luas dan sawah merupakan tempat yang sangat cocok untuk budidaya Belut.

2. Ketinggian. Ketinggian yang paling baik untuk
budidaya Belut yaitu 500 - 700 dpl.

3. Kualitas air. Air yang dibutuhkan harus air yang jernih, kaya akan oksigen dan tidak tercemar oleh limbah maupun bahan kimia beracun.

4. Suhu udara. Suhu yang sangat mendukung pertumbuhan Belut berkisar antara 28 - 30 derajat celcius.


6. CALON INDUK
Calon induk yang akan digunakan dalam budidaya harus dalam keadaan sehat dengan tanda-tanda sebagai berikut :

• Anggota tubuh utuh dan mulus, tidak ada luka maupun cacat;

• Agresif dan mampu bergerak lincah;

Tubuh keras dan tidak lemas saat dipegang;

• Umur belut antara 3 - 5 bulan.



7. PAKAN UNTUK BELUT

Di dalam habitatnya, Belut termasuk hewan karnivora. (pemakan daging), karena. Belut memakan segala jenis organisme hidup yang jatuh ke air seperti kutu air, serangga, cacing, berudu, anak kodok, belatung, ikan kecil, bekicot dan marus.



8. HAMA

Hama yang sering ditemui ditempat budidaya. Belut adalah berang-berang, tikus sawah dan ular sawah.



9. PENYAKIT PADA BELUT

Penyebab penyakit yang sering menyerang Belut :
- Kekurangan pakan, menyebabkan Belut lemah dan bersifat kanibal;
- Pemberian pakan yang berlebihan;
- Keracunan yang diakibatkan adanya gas sulfide dari pembusukan tanaman di sekitar kolam;
- Stres disebabkan perubahan suhu air yang mendadak.

sumber : Dinas Perikanan Propinsi Jabar, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar