Senin, 28 September 2009

Persyaratan teknik topografi kolam ikan

Segi Teknik

Selain keenam syarat sosial ekonomi tersebut di atas, persyaratan teknik juga penting untuk diperhatikan. Persyaratan teknik ini meliputi topografi, tanah, dan air.

1. Topografi
Topografi adalah bentuk keseluruhan dari permukaan tanah (datar, bergelombang atau curam). Topografi merupakan sorotan kita yang pertama kali karena akan menentukan tipe, luas, jumlah, dan kedalaman kolam yang akan dibuat.
Tanah yang miring sekali, tidak bisa dibangun unit perkolaman karena nantinya bentuk kolamnya akan kecil dan pematangnya lebar. Pematang yang lebar ini berfungsi agar kuat menahan massa air yang besar yang terkumpul di bawahnya. Begitu juga apabila tanahnya terlalu datar, akan memakan biaya yang besar untuk menggali tanahnya. Selain itu juga akan menyulitkan pembuangan airnya (drainase).


Ada enam tipe tempat yang mempunyai sifat dan kegunaan khusus untuk pembuatan kolam, yaitu lembah yang berbentuk V dan lembah yang dasarnya mendatar'

a. Lembah yang berbentuk V tajam
Jangan pernah membuat kolam ikan di lembah ini karena harus membuat pematang yang tinggi untuk mendapatkan kolam yang ukurannya kecil. Hal ini tidak efisien karena hanya membuang biaya dan tenaga dengan percuma, sedangkan usaha yang dilakukan tidak tepat pada sasaran.


b. Lembah yang dasarnya berbentuk V tidak begitu tajam
Lembah yang berbentuk demikian masih memungkinkan untuk dibuat kolam. Hanya saja kolam yang dibuat berukuran kecil-kecil karena dasar lembahnya sempit. Lembah yang berbentuk seperti ini lebih baik jika dibanding lembah yang pertama, karena pematang yang dibuat tidak terlalu lebar.

c. Lembah yang dasarnya berbentuk V membulat
Lembah ini dapat dibuat kolam yang lebih lebar dibandingkan dengan lembah yang berbentuk V tidak begitu tajam. Kesulitan utamanya adalah pada saat diadakan pengeringan, karena sistem pengairan yang terpaksa dibuat secara seri.

d. Lembah yang dasarnya mendatar di salah satu lerengnya dengan sungai yang mengalir di dasar lereng yang lain
Daerah semacam ini relatif lebih mudah dibangun komplek perkolaman yang luas meskipun terpaksa disusun secara seri. Caranya dengan menggali saluran di kaki lereng yang pertama tadi dan membelokkan arus sungai seperlunya sehingga sungai bercabang di suatu tempat yang tinggi. Saluran buatan ini berfungsi memberikan suplai air ke kolam yang dibangun di antara kedua saluran.


e. Lembah yang dasarnya mendatar di kaki kedua lereng dengan saluran sungai di tengah dataran Daerah ini paling ideal untuk dibangun unit perkolaman. Kolam biasanya dibangun dengan ukuran yang lebih luas di kedua sisi aliran sungai tadi. Dengan demikian selain ukuran kolamnya bisa luas, jumlahnya pun bisa banyak. Sumber air bisa diperoleh dengan jalan membendung sungai tadi dan membuat saluran air pemasukan di kedua lereng lembah tadi. Sungai berfungsi sebagai saluran pelimpahan air apabila terjadi banjir besar atau debitnya bertambah sehingga kolam terbebas dari bahaya banjir yang tidak diinginkan.

f.Lembah yang dasarnya terlalu datar
Lembah dengan topografi datar tidak cocok untuk dibangun unit perkolaman. Selain biaya penggalian tanahnya besar, pemilik akan kesulitan untuk membuang atau mengalirkan air setelah unit perkolaman tersebut jadi. Sedangkan syarat kolam yang baik selain mudah diairijuga harus mudah dikeringkan.



Lembah yang terlalu datar akan mengalami masalah ketika hujan deras datang. karena areal perkolaman akan tergenangi air dari sekitar lembah.
sumber : Heru Susanto, Penebar Swadaya, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar