Jumat, 16 Maret 2012

Keracunan Makanan Impor Asia di Amerika Meningkat

Keracunan Makanan Impor Asia di Amerika Meningkat

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Keracunan Makanan Impor Asia di Amerika Meningkat
Foto: healthline.com Jakarta - Keamanan pangan merupakan topik yang tidak pernah usai diperbincangkan. Beberapa laporan penyakit hingga kematian akibat makanan lebih sering terdengar. Namun apakah pengawasan terhadap produk makanan mulai longgar?

Sebuah laporan kesehatan baru di Amerika dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), menyebutkan bahwa wabah keracunan makanan akibat konsumsi makanan impor meningkat. Makanan yang dapat membuat orang menjadi sakit, secara langsung dapat dikatakan makanan beracun.

Berita yang dilansir dari HuffingtonPost, berdasarkan laporan yang dicatat, pada tahun 2005 dan 2010 terdapat 38 wabah penyakit yang diderita oleh 2.348 orang Amerika akibat makanan impor. Jenis makanan yang dapat menyebabkan keracunan yaitu ikan dan rempah-rempah. Sebanyak 45 persen makanan tersebut berasal dari Asia.

FDA (Food and Drug Administration) merupakan sebuah lembaga kesehatan yang berwenang untuk memeriksa makanan impor. Pada bulan Januari, FDA berhasil menghentikan pemasokan jus jeruk impor karena diduga terkontaminasi. Namun FDA sebenarnya hanya menguji sebagian sampel makanan impor dan kemungkinan masih ada makanan lainnya yang mengandung bakteri patogen.

Laporan ini juga mencatat bahwa, keracunan makanan kerap terjadi karena saat ini makanan impor sedang menjadi trend, terutama impor pangan dari Asia. Sistem keamanan pangan di Amerika memang masih kurang ketat, meskipun masih banyak negara lain yang sistem keamanan pangannya lemah. Kanada disebut memiliki lebih banyak produk pangan yang tidak aman dibandingkan Amerika Serikat.



(Odi/Odi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar